Selamat siang anak-anak, ibu akan memberikan materi
pembelajaran ikatan kimia untuk pertemuan kali ini tentang ikatan ion ,
sebelumnya ibu akan mengabsensi kehadiran kalian , untuk yang hadir komentar blog dibawah ya , trimakasih J
IKATAN KIMIA
Sejak penemuan struktur elektronik dari suatu atom, ahli
kimia dan fisika mulai mampu menyelidiki bagaimana cara-cara atom dari jenis
yang satu bergabung dengan jenis yang lain membentuk senyawa dengan ikatan
kimia.
Ikatan kimia adalah gaya tarik menarik antara atom-atom sehingga
atom-atom tersebut tetap berada bersama-sama dan terkombinasi dalam senyawaan.
Gagasasan tentang pembentukan ikatan kimia dikemukakan
oleh Lewis dan Langmulir. Dalam pembentukan ikatan kimia, golongan gas mulia
(VIII A) sangat sulit membentuk ikatan kimia. Diduga bila gas mulia bersenyawa
dengan unsur lain, tentu ada suatu keunikan dalam konfigurasi elektronnya yang
mencegah persenyawaan dengan unsur lain.
Bila dugaan itu benar, maka suatu atom yang bergabung
dengan atom lain membentuk suatu senyawa mungkin mengalami perubahan dalam
konfigurasi elektronnya yang mengakibatkan atom-atom tersebut lebih menyerupai
gas mulia.
Berdasarkan gagasan tersebut, kemudian dikembangkan
suatu teori yang disebut Teori Lewis:
a.
elektron-elektron yang berada
pada kulit terluar (elektron valensi) memegang peranan utama dalam pebentukan
ikatan kimia
b.
pembentukan ikatan kimia
mungkin terjadi dengan 2 cara :
1.
karena adanya perpindahan satu
atau lebih elektron dari satu atom ke atom lain sedemikian rupa sehingga terdapat
ion positif dan ion negatif yang keduanya saling tarik menarik karena muatannya
berlawanan, membentuk ikatan ion.
2.
karena adanya pemakaian bersama
pasangan elektron diantara atom-atom yang berikatan. Jenis ikatan yang
terbentuk disebut ikatan kovalen.
c.
Perpindahan elektron atau
pemakaian bersama pasangan electron berlangsung sedemikian rupa sehingga setiap
atom yang berikatan mempunyai suatu konfigurasi elektron yang mantap, yaitu
konfigurasi dengan 8 elektron valensi.
IKATAN ION
A. Pengertian Ikatan Ion
Ikatan ion adalah ikatan yang terbentuk akibat gaya tarik listrik (gaya
Coulomb) antara ion yang berbeda. Ikatan ion juga dikenal sebagai ikatan
elektrovalen.
B. Pembentukan Ikatan ion
Ikatan ion terbentuk antara atom yang melepaskan
elektron dengan atom yang menangkap elektron. Biasanya antara atom logam dan
non logam. atom logam, setelah melepaskan elektron, berubah menjadi ion
positif, elektron tersebut diterima oleh atom bukan logam, sehingga atom bukan
logam menjadi ion negatif. Antara ion-ion yang berlawanan muatan ini terjadi
tarik menarik (gaya
elektrostatis) yang disebut ikatan ion.
Berikut contoh pembentukan ikatan ion yang terjadi pada
senyawa natrium klorida (NaCl):
·
Atom Na yang memiliki
konfigurasi elektron K = 2 ,L = 8,M = 1
melepas 1 elektron valensinya, membentuk ion positif
sehingga konfigurasi elektronnya menjadi K = 2, L = 8, M = 0.
| Atom Cl mempunyai konfigurasi elektron K = 2, L = 8, M = 7 , membutuhkan 1 elektron untuk menjadi stabil |
Atom
Cl akan menerima 1 elektron dari atom Na sehingga atom Cl berubah menjadi ion negatif
Kemudian
kedua ion tersebut akan berikatan membentuk senyawa natrium klorida
·
Secara sederhana
pembentukan ikatan NaCl dituliskan sebagai berikut :
Pembentukan natrium klorida dapat digambarkan menggunakan
penulisan Lewis sebagai berikut
C. Sifat
Senyawa Ionik
1. Struktur/susunan
kristal
Dalam keadaan padat, senyawa ionis terdapat dalam bentuk
kristal dengan susunan tertentu. Penafsiran terhadap hasil difraksi sinar-X
pada senyawa ion dapat memberi petunjuk mengenai susunan internal dari kristal
ion tersebut. Misalnya pada kristal NaCl dapat diketahui bahwa setiap ion Na+
dikelilingi oleh 6 ion Cl-, dan setiap ion Cl- juga dikelilingi oleh 6 ion Na+.
2. Isomorf
Senyawa-senyawa ion yang mempunyai susunan yang mirip satu sama lain
seperti NaCl dan KNO3 mempunyai bentuk kristal yang sama yang
disebut isomorf. Di samping itu terdapat pula senyawa-senyawa yang mempunyai
muatan ion berbeda, tetapi mempunyai susunan kristal yang sama, misalnya NaF
dan MgO, CaCl2 dan K2S masing-masing mempunyai susunan
kristal yang sama. Fakta tersebut dapat dijelaskan dengan meninjau konfigurasi
elektron ion-ion penyusun kristal tersebut.
3.
Daya hantar listrik
Baik dalam keadaan cair (meleleh) maupun dalam larutannya
senyawa ionis dapat menghantarkan arus listrik.
Pada tabel 1.1
dapat dilihat daya hantar berbagai senyawa klorida dalam keadaan cair
(meleleh) pada suhu titik lelehnya.
3.
Titik leleh dan titik didih
Ion positif dan ion negatif pada
senyawa ionis, terikat satu sama lain oleh gaya elektrostatis yang sangat kuat. Untuk memisahkan
ion-ion tersebut baik yang terdapat dalam bentuk kristal maupun dalam bentuk
cairnya, diperlukan energi yang cukup besar, yang mengakibatkan titik leleh dan
titik didih senyawa ionis juga tinggi.
Pada table 1.2 dapat dilihat titik didih berbagai senyawa klorida
3.
Kelarutan
Pada umumnya senyawa ionis larut
dalam pelarut yang mengandung gugus OH-
seperti H2O dan C2H5OH yang merupakan senyawa
kovalen polar, sedangkan senyawa kovalen larut dalam pelarut nonpolar
4.
Reaksi Ion
Pada reaksi senyawa ionis, ion-ion
tidak tergantung pada ion pasangannya, misalnya bila NaCl dan AgNO3 (dalam
larutan) dicampurkan, maka segera terbentuk endapan AgCl. Reaksi yang terjadi
adalah:
Ag+(aq) +
Cl-(aq) --> AgCl (s)
5. keras,kaku dan rapuh


















ismi hasanah hadir buk,
BalasHapussaya juga mau bertanya bu, materi ini kan mengenai ikatankimia,tapi di penyampaian materi ibu tidak ada penjelasan ikatan kimia. jadi tolong jelasakan mengenai ikatan kimia ini bu,karena saya belummengerti. terima kasih bu.
baiklah ismi pada materi diatas ibu telah memberikan penjelasan tentang ikatan kimia, coba ismi lihat dan baca lagi dengan baik materi yang ibu berikan ini. ibu telah menjelaskan bahwa Ikatan kimia adalah gaya tarik menarik antara atom-atom sehingga atom-atom tersebut tetap berada bersama-sama dan terkombinasi dalam senyawaan.
HapusGagasasan tentang pembentukan ikatan kimia dikemukakan oleh Lewis dan Langmulir. Dalam pembentukan ikatan kimia, golongan gas mulia (VIII A) sangat sulit membentuk ikatan kimia. Diduga bila gas mulia bersenyawa dengan unsur lain, tentu ada suatu keunikan dalam konfigurasi elektronnya yang mencegah persenyawaan dengan unsur lain.
bu , bisakah ibu contohkan ikatan selain nacl agar saya lebih mengerti mengenai ikatan ion ini ?
BalasHapusBaiklah masbun saya akan memberikan contoh ikatan ion pada CaCl2
Hapusa. Konfigurasi elektron atom Ca: 2 8 8 2
Konfigurasi elektron atom Cl: 2 8 7
Untuk mencapai kestabilannya, atom Ca harus melepaskan 2 elektron, sedangkan atom Cl membutuhkan 1 elektron. Jadi, atom Ca memberikan masing-masing 1 elektron kepada 2 atom Cl sehingga 1 atom Ca mengikat 2 atom Cl. Setelah melepaskan 2 elektron, atom Ca menjadi ion Ca2+. Adapun atom Cl menjadi ion Cl– setelah menerima 1 elektron. Senyawa yang terbentuk adalah CaCl2.
Nadila hadir bu, bu saya ingin bertanya jenis ikatan kimia itu apa saja? Dan juga apa perbedaannya sama ikatan ion, bu tolong diberikan contoh bu agar kami mengerti. Terimakasih bu
BalasHapussaya ingin menjawab pertanyaan nadila :
Hapusmacam-macam ikatan kimia :
Ikatan Aromatik
Ikatan Ion
Ikatan Kovalen
Ikatan Kovalen Tunggal
Ikatan Kovalen Rangkap Dua
Ikatan Kovalen Rangkap Tiga
Ikatan Kovalen Koordinasi
Ikatan Kovalen Polar
Ikatan Kovalen Nonpolar
Ikatan Logam
Ikatan Pisang
Ikatan Antarmolekul
Ikatan 3c-2e dan 3c-4e
dan perbedaan antara ikatan kima dan ion :
Ikatan kimia adalah sebuah proses fisika yang bertanggung jawab dalam interaksi gaya tarik menarik antara dua atom atau molekul yang menyebabkan suatu senyawa diatomik atau poliatomik menjadi stabil.
sedangkan
Ikatan ion (atau ikatan elektrokovalen) adalah jenis ikatan kimia yang dapat terbentuk antara ion-ion logam dengan non-logam (atau ion poliatomik seperti amonium) melalui gaya tarik-menarik elektrostatik. Dengan kata lain, ikatan ion terbentuk dari gaya tarik-menarik antara dua ion yang berbeda muatan.
terima kasih
Bu, saya ingin menjawab pertanyan dari nadila. Bahwa Ikatan kimia ada bermacam-macam, diantaranya ada ikatan kovalen,ikatan ion, ikatan koordinasi dan lain sebagainya. Sedangkan Ikatan ion terjadi pada atom yang mempunyai energi ionisasi rendah (unsur logam) dengan unsur nonlogam. Misalnya, natrium dan klorida membentuk ikatan ion, untuk membuat NaCl, atau garam dapur. Atom natrium melepaskan elektron, sedangkan atom klorin menerima elektron.
Hapusbaiklah bu saya akan bertanyamengenaidaya hantar listrik, yaitu mengapa dalam keadaan cair (meleleh) maupun dalam larutannya senyawa ionis dapat menghantarkan arus listrik?
BalasHapusSaya ingin mencoba menjawab pertanyaan dari saudari lukita dalam keadaan cair (meleleh) maupun dalam larutannya senyawa ionis dapat menghantarkan arus listrik karena ion positif dan ion negative pada senyawa ionis, terikat satu sama lain oleh gaya elektrostatis yang sangat kuat.
HapusBu saya ingin bertanya jadi senyawa ionik bisa kita temukan dalam kehidupan sehari hari ya bu, kalau ada apa contoh nya bu?
BalasHapusSaya ingin membantu menjawab pertanyaan lilis bu,
HapusGaram yang tersusun dari unsur Na dan Cl merupakan contoh senyawa ionik yang hampir setiap hari kita temui. Karakteristik unsur Na merupakan logam sedangkan Cl ialah unsur nonlogam.
Satu elektron dari Natrium akan ditarik oleh Klorida sehingga terbentuk gaya tarik elektrostatis antara Na dan Cl membentuk NaCl. Senyawa ini juga merupakan contoh bahwa dalam reaksi kimia, banyak kemungkinan yang dapat terjadi. Na dan Cl yang merupakan dua unsur yang sangat beracun dan berbahaya untuk manusia, ketika bergabung menjadi senyawa yang sangat bermanfaat, bahkan dibutuhkan oleh manusia.
Bu, saya kurang mengerti tentang pembentukan ion bu. Bisakah ibu memberikan contoh pembentukan ion?
BalasHapusSaya ingin mencoba menjawab pertanyaan dari saudari rostalinda contoh pembentukan ion yaitu ikatan antar unsur akan stabil jika eletron terluar berjumlah 2 dan 8 seperti pembentukan ikatan ion antara unsur Na (natrium) dan Cl (klorida)yang mana terdapat titik-titik struktur Lewis
Hapus